Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Bapak dan ibu, saudara dan saudari sekalian yang dirahmati Allah Subhaanahu Wa Ta’aala, sebagian Ramadan telah berlalu meninggalkan kita. Tersisa 10 terakhir yang nilainya seperti emas yang tiada taranya. Waktu yang paling istimewa selama Ramadan, karena tersimpan Lailatul Qadar, malam seribu bulan di dalamnya.

Dalam sebuah hadist riwayat Imam Bukhari, A’isyah radhiyallaahu ‘anha menceritakan tentang kebiasaan Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam saat memasuki 10 terakhir bulan Ramadan. Kebiasaan tersebut tidak pernah ditinggalkan beliau sampai wafat. “Apabila memasuki 10 terakhir Ramadan, Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam mengencangkan ikat pinggangnya (bersungguh-sungguh menyiapkan tenaga dan fisik menjalani ibadah yang berat dan maksimal), menghidupkan malamnya (melaksanakan qiyamullail semalaman), dan membangunkan keluarganya (untuk melaksanakan qiyamullail),” Kata ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha.

Bisa jadi, ada yang tidak maksimal untuk meraih pahala Ramadan di separuh yang telah kita tinggalkan. Memasuki 10 terakhir Ramadan, saatnya kita beribadah maksimal. Saatnya kita mencari Lailatul Qadar. Malam seribu bulan. Malam yang saat kita beribadah di dalamnya, seakan kita beribadah tanpa henti selama 83 tahun. Satu malam istimewa yang membuat kita mendapatkan pahala ibadah terus menerus sejak dilahirkan sampai berumur 83 tahun.

Lailatul Qadar menjadi semakin istimewa karena di dalam surat Ad-Dukhan ayat 4, disebutkan bahwa pada malam tersebut diatur segala urusan yang penuh hikmah. Menurut Ibnu Abbas, saat Lailatul Qadar diatur kembali taqdir tahunan manusia. Meliputi kematian, rezeki, kehidupan yang baik atau buruk, ajal, dan lain-lain. Sampai apakah bisa melaksanakan haji atau tidak. Diatur kembali taqdir yang akan berlaku bagi manusia selama satu tahun ke depan setelah Lailatul Qadar. Ini yang disebut oleh para ulama sebagai pengaturan takdir tahunan manusia. Terjadinya pengaturan tersebut saat Lailatul Qadar.

Bila kita setiap malam di 10 terakhir Ramadan, melaksanakan qiyamullail atau salat tahajjud, maka dipastikan ada satu malam saat kita tahajjud adalah Lailatul Qadar. Bila kita berinfak di setiap 10 malam terakhir Ramadan, bisa dipastikan ada satu malam saat kita berinfak adalah Lailatul Qadar. Bila kita melaksanakan ketaatan di 10 malam terakhir Ramadan, maka dipastikan ada satu malam saat kita taat adalah Lailatul Qadar.

Saat Allah Subhaanahu Wa Ta’ala akan mengatur kembali urusan kita satu tahun ke depan. Apakah akan menjalani kehidupan yang baik atau buruk? Apakah akan mendapatkan rezeki atau tidak? Saat Lailatul Qadar di 10 malam terakhir Ramadan, kita berusaha hadir di masjid dengan i’tikaf, dengan qiyaamullail, dengan Alquran, dengan zikir, dengan semua ketaatan yang bisa kita lakukan. Insya Allah kehadiran kita dalam i’tikaf menjadi ikhtiar untuk mendapatkan taqdir yang baik satu tahun ke depan. Bisa menjalani kehidupan dengan baik. Mendapatkan rezeki yang lebih maksimal. Di tengah ketidakpastian apa yang akan terjadi ke depan.

Maka Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam memaksimalkan 10 terakhir Ramadan, saat di dalamnya ada Lailatul Qadar dengan menghidupkan malam. Mengisinya dengan qiyamullail dan Alquran. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Amru radhiyallaahu ‘anhu’ Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda, “Barangsiapa yang melaksanakan salat tahajjud dengan 10 ayat tidak termasuk orang-orang yang lalai. Barangsiapa yang melaksanakan qiyamullail dengan membaca 100 ayat, ditetapkan menjadi orang-orang yang taat. Dan barangsiapa yang melaksanakan salat tahajjud dengan membaca 1000 ayat, maka ia termasuk mendapatkan anugrah yang besar”.

Dalam rangka memaksimalkan kebersamaan kita dengan bulan Ramadan di 10 malam terakhir, Masjid Daarussalaam Alquran Institute Banggai membuka itikaf gratis bagi bapak dan ibu, saudara dan saudari sekalian. Disiapkan makanan sahur, ada halaqah dan kajian Alquran, ada khatirah dari Hadis Nabawi, beserta minuman hangat. Setiap malam saat qiyamullail menghabiskan 3 juz Alquran, bersama imam yang hapal 30 juz Alquran.

Segera daftarkan diri Anda. Bila tidak sempat khatam Alquran, kita bisa mengkhatamkannya saat Qiyamullail di 10 malam terakhir di Masjid Daarussalaam. Bila ingin memaksimalkan 10 malam terakhir Ramadan, saat Lailatul Qadar, ayo daftarkan diri Anda mengikuti i’tikaf. Salah satunya di Masjid Daarussalaam

Wassalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh

Pengelola AQIB