KH. MUHAMMAD Muadz, Lc tengah memimpin acara syahadat warga Ta Wana di Masjid Darussalam, Alquran Institute. FOTO: DOK. ALQURAN INSTITUTE


Kegiatan demi kegiatan yang berlangsung di Alquran Institute luar biasa. Konsentrasi di bidang Syiar Islam menjadi hal terpenting dan terdepan.
Selain menyajikan program kajian keislaman hingga menyediakan menu makanan enak, halal dan mrnyehatkan, lembaga ini juga memfasilitasi warga yang berniat memeluk agama Islam.
Seperti Kamis (9/9/2020) tadi malam, satu warga Ta Wana yang tinggal di Dusun Lambetana, Desa Salubiro, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali Utara bersyahadat.
Dia adalah Yandis. KH. Muhammad Muadz, Lc memimpin prosesi syahadat. Yandis tak sendiri, ia ditemani sang ayah bernama Salom dan pamannya bernama Tony.
Proses syahadatan berlangsung khidmat di Masjid Darussalam, masjid milik Alquran Institute di lantai dua setelah Salat Isya.
Meskipun terbata-bata, Yandis yang bersyahadat dipandu Pimpinan Ponpes Daarul Hikmah itu berlangsung cukup khidmat. Dengan demikian, Yandis resmi memeluk agama Islam.
Hanya Yandis yang bersyahat, sang ayah Salom dan pamannya Toni sudah lebih awal bersyahat medio Februari 2020 ketika tim ekpedisi pegiat Syiar Islam di Luwuk menyambangi Dusun Lambetana.
Toni maupun Salom mengaku, sudah lama niatan mereka berkunjung ke Luwuk untuk mengislamkan Yandis. Namun baru kali ini niatan mereka terwujud. “Alhamdulillah niat kami mengislamkan anak kami so jadi,” kata Toni usai acara tersebut.
Ketiga warga Ta Wana itu untuk sementara mengingap di Rumah Mualaf Rumah Zakat Kabupaten Banggai.
Ketiga warga ini tiba di Luwuk pada hari Selasa (8/9/2020) langsung berkunjung ke Alquran Institute. Toni seperti pimpinan 82 mualaf di Dusun Lambetana. Dia memang sudah sering berkomunikasi dengan para pegiat dakwah di Luwuk.
Perjalanan mereka ini bisa dibilang melelahkan, sebab harus berjalan kaki sekira lima jam lebih untuk dapat menjumpai jalan dilalui kendaraan.
Mereka para mualaf baru diajari gerakan salat, belum bacaannya. Penyebabnya, mewabahnya Covid-19 itu, sehingga pegiat dakwah yang melaksanakan ekspedisi pengislaman terhadap warga yang belum beragama atau khalaik itu, belum mengunjungi Dusun Lambetana.
Namun begitu, bukan berarti mereka tidak dibimbing. Rumah Zakat bersama lembaga lainya tengah menyiapkan dai yang menetap di Dusun Lambetana. Dai inilah yang akan membimbing para mualaf tersebut.