Oleh: H. Iswan Kurnia Hasan, Lc.MA.
 
 
Perbandingan antara dunia dan akhirat telah banyak dibicarakan dalam Alquran dan Hadis. Namun terkadang kita tidak bisa merasakan secara kasat mata. Karena terkesan abstrak. Kita tidak bisa langsung menghayati kenikmatan yang purna di surga. Juga tidak bisa mendekatkan azab yang dahsyat di neraka.
 
Agar lebih jelas perbedaan dunia dan akhirat itu, kita perlu mengambil contoh ekstrem. Membandingkan antara kenikmatan orang paling kaya sejagat, dengan kenikmatan yang akan didapat orang paling terakhir keluar dari neraka. Perbandingan antara kenikmatan tertinggi yang pernah dirasakan manusia di dunia, dengan kenikmatan paling rendah yang akan diperoleh manusia di surga.
 
Dalam catatan majalah Forbes, Carlos Slim Helu didaulat menjadi orang paling kaya di dunia tahun 2013. Jumlah kekayaannya kalau dihitung mencapai 73 Miliar US Dollar atau setara dengan 949 triliun rupiah. Melebihi setengah jumlah pendapatan negara Indonesia yang tercatat dalam APBN 2013. Carlos adalah seorang pengusaha berkebangsaan Mexico. Ia menjabat sebagai CEO sebuah perusahaan telekomunikasi Teléfonos de México dan América Movil.
 
Lalu bagaimana harta yang akan dimiliki oleh orang yang paling rendah mendapatkan kenikmatan di surga? Bila dibandingkan dengan harta yang dimiliki Carlos? Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah menggambarkan kondisi seorang yang mendapatkan kenikmatan yang paling rendah di surga. Yaitu seorang manusia yang paling terakhir keluar dari neraka.
 
Rasul Saw. bersabda, “Setelah keluar dari neraka, ia kemudian bergumam, “Alhamdulillah yang telah menyelamatkan diriku dari azab neraka.” Dari kejauhan terlihat sebuah pohon, ia lalu meminta kepada Allah agar mendekatkan pohon itu kepadanya, agar bisa berteduh dan meminum air di bawah pohon itu. Allah lantas berfirman kepadanya, “Kalau Aku memberikan pohon itu kepadamu, apakah engkau tidak akan meminta yang lain?” Hamba itu dengan mantap mengamininya.
 
Setelah ia berteduh di bawah pohon, dari kejauhan kelihatan pohon yang lebih besar lagi. Hamba yang telah berjanji tadi kembali meminta kepada Allah, agar bisa berteduh di bawah pohon yang lebih besar itu dan meminum air dibawahnya. Allah lalu berfirman, “Bukankah engkau telah berjanji tidak akan meminta lagi, bila Aku memberikan pohon yang pertama?” “Kalau seandainya Aku memberikan pohon yang kedua, maukah engkau berjanji tidak akan meminta lagi?” Allah kembali bertanya. Sang hamba kembali mengamini. Akhirnya Allah Swt. memberikan pohon yang kedua, karena melihat ketidaksabaran hamba itu.
 
Tiba-tiba di depan pintu surga terlihat pohon yang lebih besar dan lebih rindang. Sang hamba yang penasaran ingin berteduh di bawahnya dan meminum airnya, kembali meminta kepada Allah. Karena Allah melihat ketidaksabaran hamba itu, akhirnya Allah memberikan pohon tersebut. Tapi Allah kembali meminta janji hamba itu. Ia lalu berjanji kembali kepada Allah untuk tidak meminta yang lain.
 
Ketika ia berteduh di pohon yang terakhir dan meminum airnya, terdengar sorak sorai kegembiraan penduduk surga yang telah mendapatkan kenikmatan. Sang hamba yang telah berjanji, akhirnya meminta kembali kepada Allah agar dimasukkan ke dalam surga.
 
Allah lantas berfirman kepadanya, “Wahai hambaKu, bila engkau Aku masukkan ke dalam surga dan aku berikan kepadamu kenikmatan yang nilainya setara dengan seisi dunia, apakah engkau mau?” mendengar pertanyaan Allah, hamba yang paling terakhir keluar dari neraka ini seakan tidak percaya, sehingga ia berkata, “Apakah engkau serius ya Allah? Tidak main-main?”.
 
Abdullah bin Mas’ud ra. yang meriwayatkan hadis ini lantas tertawa. Karena kata Ibnu Mas’ud, ketika menceritakan hadis ini, sampai dibatas ini Rasulullah tertawa, karena Allah juga tertawa mendengar komentar hambaNya. Ibnu Mas’ud lalu melanjutkan sabda Rasulullah yang diriwayatkannya, “Allah lalu berfirman kepadanya, “Sesungguhnya aku tidak bermain-main denganmu, karena Aku adalah Dzat Yang Maha Menentukan Segala Sesuatu.” Di penghujung hadis ini, Allah lalu memberikan 10 kali dunia dan segala isinya kepada hamba yang paling terakhir keluar dari neraka itu.
 
Lalu apakah sepadan nilai 949 triliun rupiah yang dimiliki Carlos Slim Helu dengan 10 kali lipat dunia dan segala isinya yang didapat oleh orang yang paling terakhir keluar dari neraka?
 
Kenikmatan paling rendah yang dirasakan oleh seorang manusia di surga saja, tidak akan pernah bisa disetarakan dengan seorang yang paling kaya di dunia. Dalam sejarah manusia, sejak zaman Nabi Adam sampai hari ini, dan insya Allah sampai hari kiamat nanti, tidak ada seorangpun yang memiliki seluruh dunia dengan segala isinya. Sementara kenimatan terendah di surga adalah 10 kali dunia dan segala isinya. Apalagi kenikmatan yang tertinggi.
 
Itulah sebabnya dalam sebuah hadis Qudsi, riwayat Imam Bukhari dari sahabat Abu Hurairah ra., Rasulullah Saw. bersabda, “Allah Swt. berfirman, “Aku telah menyiapkan bagi hamba-hambaKu yang salih sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar telinga, dan tidak pernah terlintas di benak manusia, sebagai simpanan. Maka biarkan saja apa yang telah kamu lihat (di dunia). Kemudian Rasulullah membaca, “Maka tidak seorangpun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (berbagai kenikmatan) yang menyenangkan hati, sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan” (QS. As-Sajdah: 17).
 
Selain menjelaskan tentang kenikmatan surga, Rasul juga berpesan dalam hadis ini untuk tetap fokus dengan surga. Fokus dengan amal yang memperberat timbangan agar masuk surga. Fokus dengan bekal untuk memudahkan langkah ke surga. Fokus untuk menyiapkan istana terindah di surga.
 
Adapun apa yang dilihat di dunia, dengan semua keindahannya, jangan sampai membuat gagal fokus terhadap surga. Karena selamanya tidak akan pernah sebanding, bila keindahan surga, dibandingkan dengan kenikmatan dunia.